ARCHIVE POST

Sabtu, 19 Desember 2020

Masing-masing dari kita mempunyai pilihan. 

Musik bergenre pop atau rock.

Membeli bubur dengan pilihan mengaduknya atau membiarkannya utuh untuk dimakan.

Menutup pintu atau membiarkannya terbuka.

Semua berawal dari contoh yang sederhana, bukan? Semua org mutlak ngga bisa sama seperti orang lain. Kita punya jati diri masing2 dalam hal apapun, baik itu dari sisi religi, hobi, watak, ataupun cara bersosial. Ngga bisa diubah.

But i am so glad ketika mendengar saling menghargai dari pilihan kita masing2, namanya netizen baik. Kalo netizen jahat?

Actually, it doesn't matter, do our own bussiness then, kaya, yaudah, setiap orang punya pilihan masing2. Mau dalam konteks apapun.

Entah itu hubungan, yaudah kita yang ngerasain enak paitnya, kita yang rasain alurnya, kita yang tau, orang lain ngga.

Entah itu dari berteman, yaudah kita yang memutuskan buat berteman dengan siapapun, udah bener kalo itu pilihan terbaik buat kita. Udah ke filter dengan sendirinya.

Entah itu dari hobi, yaudah kita sukanya kulineran bukan shoppingan. Yaudah gapapa biarin perut yang makmur, bukan gaya.

Entah itu dari religinya, yaudah urusan ibadah cuma kita sama tuhan yang tau.

Entah itu dari sisi watak, yaudah udah darisananya. Kita tau apa yang boleh dilakukan ataupun tidak.


Seharusnya semuanya ada di masa "yaudah"